Proses Kremasi Agung Raja Rama IX Thailand Termahal & Termewah Di Dunia

Raja Thailand King Rama IX – Bhumibol Adulyadev telah wafat pada tanggal 13 Oktober 2016 yang lalu dan melalui beragam prosesi

keagamaan dan istana yang ketat, akhirnya jenasah beliau dikremasi pada tanggal 26 Oktober 2017 kemarin. Proses kremasi agung tersebut akan memakan waktu selama 5 hari dimulai dari tanggal 25 – 29 Oktober 2017. Kremasi agung tersebut memakan biaya sebesar USD 90 juta atau senilai Rp 1,6 trilliun. Sebuah biaya kremasi termahal dan termegah didunia saat ini.

Jauh hari sebelum acara kremasi agung tersebut, pemerintah Thailand sudah memberikan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan asing yang ingin menghadiri acara tersebut. Dimulai dari penyebaran informasi mengenai jadwal acara kremasi agung, transportasi yang akan digunakan hingga baju apa yang harus digunakan.

Lokasi kremasi agung menempati lahan alun-alun samping istana kerajaan yaitu lapangan Sanam Luang. Menurut sejarah, keluarga kerajaan Thailand dimulai dari King Rama I sudah menggunakan lapangan luas tersebut untuk keperluan beragam acara kerajaan dan juga kremasi. Rabu malam tanggal 25 Oktober 2017, masyarakat Thailand khususnya yang berada dikota Bangkok dan bahkan dari provinsi lainnya sudah mulai berdatangan dan rela harus menginap dipinggir jalan yang akan dilewati oleh prosesi kremasi agung raja Thailand tersebut. Guyuran hujan tidak mereka hiraukan hanya untuk bisa memberikan penghormatan terakhir.

Kawasan sanam luang dibatasi hanya bisa menampung sekitar 250.000 – 300.000 orang untuk menghindari kerumunan massa yang terlalu banyak. Beberapa hari sebelumnya kawasan tersebut telah disterilkan oleh pihak keamanan dan tentara kerajaan Thailand. Bangunan raksasa berwarna emas berbentuk Mahameru telah dibangun oleh para arsitek kerajaan.

Bangunan Mahameru tersebut diberi nama Phra Meru Mas atau krematorium kerajaan, khusus dibangun mengikuti sejarah panjang krematorium untuk para raja Thailand terdahulu. Kini krematorium agung tersebut berdiri dengan sangat megah, memiliki panjang 60 x 60 m berbentuk segiempat dan memiliki tinggi 53 m. Sebagian dilapisi oleh kertas emas dan pecahan kaca warna warni serta dihiasi oleh beragam personifikasi para dewa. Mahameru sebagai simbol tempat persemayaman para dewa disurga, terdiri dari 7 tingkatan dengan tingkat paling atas untuk meletakan jenasah sebelum dikremasi. Dibutuhkan setidaknya waktu selama 1 tahun untuk membuat krematorium agung yang megah dan mewah tersebut dan tentu saja dengan biaya yang sangat besar.

Mahameru dikelilingi oleh kolam dan juga kipas kerajaan yang sangat cantik, selain itu didirikan bangunan semi permanen yang berfungsi sebagai tempat untuk keluarga kerajaan, para brahmana dari segala penjuru Thailand, pejabat kerajaan dan negara serta undangan VVIP baik keluarga kerajaan maupun petinggi negara sahabat dari seluruh dunia. Peristiwa ini menjadi sejarah besar bagi negri gajah putih.

Raja Bhumibol Adulyadev merupakan raja terlama yang berkuasa didunia dan wafat pada umur 88 tahun pada tanggal 13 Oktober 2016. Beliau sangat dicintai oleh rakyatnya dan memberikan sumbangan yang sangat besar bagi kemajuan dan kesejahteraan negri gajah putih tersebut. Gelar “Bapak Bangsa” patut disandangkan oleh masyarakat Thailand.

Ketika hujan menerpa rabu malam tanggal 25 Oktober 2017 dikota Bangkok, beberapa relawan memberikan jas hujan gratis kepada masyarakat yang sudah duduk disepanjang jalan. Makanan, minuman, obat gratis juga dibagikan sebagai sumbangan dari masyarakat untuk masyarakat demi sang raja yang telah mangkat.

Tepat kamis pagi tanggal 26 Oktober 2017 pukul 07.00, Raja Rama X memimpin upacara didalam vihara istana kerajaan dipandu oleh para Biksu terpilih. Jenazah sang raja yang disimpan didalam Dusit Maha Prasat dibawa oleh para pemandu kerajaan menuju kekrematorium agung di Sanam Luang.

Prosesi tersebut memakan waktu selama 3 jam dan dikawal oleh ratusan prajurit kerajaan dengan panjang perjalanan 1 km. Dengan berpakaian serba hitam, masyarakat sudah menunggu dipinggir jalan istana hingga kesanam luang. Ketika sang raja Rama x berjalan didepan, diikuti oleh guci kerajaan yang membawa jenasah sang raja, masyarakat diharuskan duduk dan menundukan badan sejajar dengan tanah sebagai bagian dari penghormatan rakyat kepada raja. Hal ini berlaku kesemua rakyat Thailand dan dilarang menentangnya. Hukum Le Majeste dianut oleh negara Thailand, bagi siapapun yang menghina keluarga kerajaan akan dihukum sesuai hukum yang berlaku. Sehingga ketika prosesi keluarga kerajaan sedang berjalan, semua masyarakat dan wisatawan harus melalukan hal yang sama, menunduk sejajar dengan tanah sebagaian dari rasa hormat.

Hari semakin panas, tetapi masyarakat tidak beranjak pergi dan bahkan sebagian dari rasa belasungkawa tertinggi, dibagikan foto raja Thailand secara gratis dan mereka mengangkat lebih tinggi dari kepala sebagai rasa hormat. Proses yang panjang dan tentu melelahkan ini dijalankan oleh semua yang hadir. Kremasi agung yang unik tersebut juga dinikmati oleh ribuan wisatawan asing, karena hal ini kesempatan yang sangat langka didunia. Tidak ada proses kremasi agung yang serumit, semewah dan semahal ini didunia.

Tetapi yang patut diacungkan jempol yaitu pemerintah Thailand bagaimana mengedukasi masyarakat dan para wisatasan asing untuk menikmati dan memberikan penghormatan terakhir kepada sang raja. Transportasi gratis diberikan selama acara kremasi tersebut berlangsung menuju kelapangan sanam luang, baik dari bandara maupun dari penjuru kota. Kini tanggal 13 dan 26 Oktober diperingati sebagai hari libur nasional di Thailand.

Pukul 22.00 tanggal 26 Oktober 2017, Raja Rama X menyalakan obor kerajaan untuk memulai kremasi resmi Raja Rama IX. Hari jumat tanggal 27 Oktober 2017, abu kremasi Raja Rama IX akan dikumpulkan dalam sebuah guci khusus kerajaan berlapis emas dan dibawa kembali dengan kereta kerajaan (royal chariot) melalui sanam luang dan jalan mengelilingi tembok istana kerajaan hingga keistana Dusit Maha Prasit untuk dilakukan seremonial. Sebagian relik sang raja akan disimpan diistana sebagai bagian dari relik keluarga Dinasti Chakri. Sementara abu jenasah akan disimpan didua tempat yaitu Vihara Wat Ratchabophit Maha Simaram dan Vihara Wat Bobonniwet sebagai representasi sang Raja Rama IX.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s