Hati-Hati Agen Komunis Telah Tiba di Indonesia! 

Kamis pagi ini tanggal 28 September 2017, tepat dua hari sebelum hari peringatan G30SPKI tiba, telah disinyalir bahwa dua orang agen rahasia dari Partai Komunis Cina (PKC) telah tiba di Indonesia. Bahkan pemerintah Indonesia diam-diam sudah menyiapkan visa buat agen komunis yang akan bekerja di Indonesia selama 10 tahun kedepan! Dua agen yang berinisial CT dan HC tersebut telah tiba dibandara Soekarno Hatta pagi ini dan turun melalui jalur khusus dibandara tersebut pada pukul 08.50 WIB.

Tidak banyak orang yang tahu kalau selama ini ternyata pemerintah RI diam-diam telah bekerjasama dengan pemerintah komunis Cina dalam berbagai lini bisnis. CT dan HC akan melihat secara langsung perilaku warna negara Indonesia serta bagaimana caranya agar mereka juga bisa beradaptasi. Kedepannya CT dan HT akan menyebarkan paham komunis yang selama ini sudah mati di Indonesia semenjak dihabisi oleh pemerintah Orba pada tahun 1966.

Untuk memudahkan pekerjaan CT dan HT, pemerintah bahkan sudah menyediakan visa khusus selama 10 tahun sehingga mereka berdua tidak perlu repot-repot lagi mengurus visa. Bayangkan selama bekerja 10 tahun, mereka berdua akan langsung memberikan laporan kepada pemerintah komunis Cina.

Dua agen rahasia komunis tersebut yang bernama lengkap Cai Taon (CT) dan Hu Chun (HC) tersebut saat ini sudah tiba dikota Bogor, mengingat kelembaban udara yang hampir mirip dengan kota Chengdu, kota asal dua agen tersebut berasal. Partai Komunis Cina tidak sembarangan mengirim agennya dan bahkan pilihan kota yang akan ditinggali oleh mereka pun harus mempunyai historical record yang sama.

Ya, agen rahasia itu saat ini sudah berada di Taman Safari Indonesia (TSI) Puncak, Bogor – Jawa Barat. Dan kedua agen rahasia komunis tersebut saat ini sudah menempati rumah barunya dengan aman dan nyaman untuk 10 tahun kedepan…..Dan mereka berdua adalah dua ekor panda yang lucu-lucu bernama CT dan HC….hahahahahaha

Ya elah serius amat bacanya…mereka berdua cuma PANDA bukan agen komunis. Makanya jangan esmosi dulu kalau baca headline, simak baik-baik dan telusuri dulu benar atau tidak Informasi tersebut agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berkepentingan yang saat ini gemar memakai kata-kata “komunis” sebagai senjata penyerangan melalui penyebaran Informasi media sosial. Stop HOAX!!

Kan serem kalau dikit-dikit dibilang komunis! Pemerintah Cina memang komunis, liat aja presidennya yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina (PKC) dan para menteri, gubernur, bupati, camat, lurah dan pak RT serta pak RW semuanya harus komunis di Republik Rakyat Cina. Tapi saat ini komunis di Cina hanyalah sekedar partai dan salahsatu syarat masuk keranah politik. Tapi masyarakat Cina saat ini sudah nggak peduli mau komunis atau bukan, EGP (emang gue pikirin) yang paling penting saat ini bagaimana mereka bisa hidup kaya dan menikmati uang dari hasil kerja keras mereka.

Gue udah pernah mampir kenegri tirai bambu, kekota Shanghai, Xian dan Beijing. Ya elah…nggak ada yg teriak-teriak komunis, atau pakai baju palu arit khas simbol komunis. Yang ada mereka hidup seperti disemua negara maju saat ini, infrastrukturnya canggih dan serba modern, warganya suka belanja barang-barang mewah n branded, fashionable banget deh nggak tua n muda, makanan franchise paman sam bertebaran dimana-mana. Pokoknya nggak ada bau-bau komunis dinegara itu, tentaranya aja nggak serem-serem amat koq…nggak segalak gambaran gue. Cuma yang masih kurang baik yaitu perilaku sehari-hari mereka, warganya masih suka meludah sembarangan, buang sampah sembarangan, pipis sembarangan sampe anak kecil pun bisa kita lihat pipis n pup sembarangan, trus kalau ngomong keras-keras kayak orang berantem, padahal nggak berantem lho! Maklum cina kan datarannya luas banget tuh, banyak yg pindah dari desa kekota buat cari peruntungan…sama aja kayak dikota Jakarta n Botabek.

Jadi intinya jangan gunakan kata-kata “komunis” sebagai peruntungan belaka hanya untuk pemenangan pilkada 2018 atau pilpres 2019. Jangan sampai ada korban lagi hanya karena dicap komunis, yang notabene sudah mati di Indonesia, andaikata mau dibangkitkan buat apa??? Komunis itu Cuma satu, nggak percaya adanya Tuhan, manusia itu harus kerja dan kerja. Sholat atau sembahyangnya kapan donk? Nggak boleh atau nggak ada, karena apa? Karena kalau manusia sholat atau sembahyang kepada Tuhan dan kepercayaannya akan bisa mengurangi jam kerja manusia. Jadi buat paham komunis, manusia itu harus dengan total bekerja dan bekerja untuk keluarga atau partainya.

Cuma dikota Xian – ibukota kuno Cina abad ke-2 M dan ujung dari Jalur Sutera, dgn komunitas suku Hui yang mayoritas muslim. Penduduknya ada yg menggunakan baju koko (psst…baju koko asalnya dari negri tirai bambu lho) dan wanitanya banyak yang berhijab. Masjid juga ada dibeberapa sudut kota…jadi buat yang muslim wisata kekota ini nggak bakalan susah untuk cari makanan halal dan menunaikan sholat.

Makanya di Cina, pekerja murah karena dianggap sebagai alat pekerja bukan sebagai obyek ciptaan Tuhan. Bersyukurlah sebagai warga negara Indonesia yang mempunyai Pancasila, dengan sila pertama – Ketuhanan Yang Maha Esa. Manusia di Indonesia harus beragama, percaya akan Tuhan, bekerja sebagai salahsatu ibadah kepada Nya dan menjalankan perintah Nya sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Jadi jangan asal ngecap komunis ya! Hati-hati karena hal tersebut BERBAHAYA!

Dibanding pusing mikirin politik, yuk kita liburan ke Taman Safari Indonesia buat ngeliat si panda yg lucu n gemesin itu. Daripada jauh-jauh kenegri cina atau wisata kenegara tetangga hanya buat liat panda, mumpung masa pinjamnya masih panjang jadi kita bisa ajak keluarga melihat keseruan CT & HT bermain, makan dan tidur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s