Lorong Waktu Di Angkor Thom

Angkor Wat adalah pusat dari segala peradaban kerajaan Khmer dan angkor thom adalah salahsatu komplek yang berada didalam istana Angkor yang maha luas. Angkor T

hom sendiri memiliki luas sekitar 9 km persegi. Ada 4 bagian pintu masuk dengan para penjaga yang terdiri dari batu-batu besar yang dipahat dengan begitu cantik.

Raja jayawarman beragama Hindu Shiwa dan beliau membangun begitu banyak monumen yang indah didalam komplek angkor thom. Beberapa diantaranya dikelilingi oleh danau sebagai irigasi dan sistim perlindungan dari musuh. Untuk berkeliling komplek maha luas ini, disarankan anda menggunakan moda transportasi becak khas kamboja yaitu Tuk Tuk. Satu tuk-tuk bisa berisi 4 orang dan sang pengemudi bisa membawa anda berkeliling kota kuno ini dalam waktu beberapa hari. Butuh waktu setidaknya 3 hari untuk mengelilingi komplek maha luas angkor wat dan angkor thom ini dengan luas 1000 km persegi ini.

Kami memasuki gerbang selatan yang dijaga oleh puluhan patung raksasa dikiri dan kanan jalan sambil menarik ular naga. Ketika memasuki gerbang kuno tersebut seakan dibawa kemasa lalu ketika kota kuno tersebut ramai didiami oleh penduduk Khmer. Kini beberapa diantaranya menjadi hutan belantara dengan pohon-pohon serta akarnya yang super besar.

Udara yang sejuk dimusim dingin bulan januari yang lalu adalah waktu yang tepat berkunjung kekamboja. Sebuah candi raksasa sudah tepat berada didepan kami, tuk-tuk pun berhenti. Kami mulai memasuki candi tersebut yang mengalami keruntuhan beberapa diantaranya, sehingga para wisatawan harus berhati-hati agar tidak celaka.

Bayangkan ratusan batu-batu granit besar berseraka didalam candi yang begitu luas, didalamnya kita bisa melihat kamar-kamar serta ruang pemujaan untuk dewa Shiwa. Tetapi ketika agama Budha berkembang, patung Budha pun diletakkan dicandi ini. Duduklah sebentar, nikmati serta bayangkan bagaimana jaman dulu bangsa Khmer membangun candi megah ini yang didalamnya terdapat puluhan kamar dari batu-batu besar.

Sungguh mengagumkan, ventilasi udara pun dibuat dengan baik sehingga udara segar bisa mengalir kedalam. Kini akar-akar pohon yang sudah berumur ratusan tahun menjadi penghuni tetap candi tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s