Warung Nusantara Istanbul Pelepas Kangen Kuliner Indonesia

Berwisata dikota-kota di Turki, bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung kesana tentu saja cukup menyiksa apabila anda tidak menyukai makanan khas turki seperti kebab dan sebagainya. Selama hampir 8 hari 7 malam di Turki hampir semua makanan mempunyai sajian yang sama.

Pagi hari ketika sarapan dihotel dengan menu buffet, pada umumnya mereka hanya menyediakan telur matang, roti berbagai varian, keju serta makanan kecil lainnya, tentu saja membosankan. Bagi saya sarapan dengan nasi cukup penting.

Hari pertama, kedua dan ketiga tidaklah mengapa buat saya. Ketika memasuki hari keempat dan selanjutnya cukup membosankan. Ketika mendapatkan menu nasi dirumah makan korea dikota istanbul menjadi pelepas rasa rindu akan makanan asia. Memang makanan di turki mendapat pengaruh besar dari benua eropa khususnya masakan yunani. Lucunya setiap sehabis makan direstauran, sang pelayan selalu membawakan kami buah segar berupa irisan jeruk sunkist. Turki memang salahsatu ekportir jeruk sunkist yang baik.

Beberapa diantara kami ada yg membawa indomie dari Indonesia, bahkan bungkusan rendang, abon, dan bon cabe. Bon cabe sepertinya patut dibawa apabila anda berwisata kenegara dengan pengaruh kuliner eropa. Tanpa cabai rasanya makanan terasa hambar.

Makan siang dan malam baru bisa menemukan menu nasi, nasi diturki rata-rata diberi minyak zaitun. Bulir nasinya berbeda seperti di Indonesia, cukup besar dan ketika dimakan terasa seperti makan nasi minyak, tetapi masih lebih gurih nasi lemak atau nasi uduk khas Indonesia.

Bahkan dari satu kota kekota yang lain, menu makanan yg dihidangkan pun hampir sama. Jauh beda dengan di Indonesia, setiap kota mempunyai keunikan kuliner tersendiri, mempunyai rasa yang berbeda dengan menu makanan yang berbeda pula. Bangga dengan kekayaan kuliner Indonesia yang harus selalu dijaga dan disebarluaskan keseluruh dunia.

Salahsatu caranya yaitu membuka warung Indonesia dikota Istanbul, seperti yang telah dilakukan seorang WNI yang bersuamikan orang Turki. Ia berasal dari gorontalo dan membuka warung Indonesia dikota ini. Berada disebuah ruko 4 lantai, ia menyewa dua lantai dengan beberapa orang WNI bekerja direstoran tersebut.

Dengan warna merah putih dan foto-foto tempat wisata di Indonesia, ia berusaha mempromosikan pariwisata di Indonesia dengan balutan kuliner khas Indonesia tentunya. Untuk masalah rasa, cukuplah membuat rasa kangen akan masakan negeri sendiri sudah terbayar. Harganya pun cukup terjangkau dengan menu seperti bakso sekitar 15 TL, ikan goreng, rendang, dll sekitar 20 – 30 TL.

Cukup banyak mahasiswa/i dari Indonesia menjadikan tempat ini sebagai ajang temu kangen. Mereka menggunakan lantai 1 atau 2 restoran ini untuk makan siang bersama setelah pulang dari kampus.

Masukkan restoran Indonesia ini dalam daftar kunjungan anda apabila berwisata kekota Istanbul. Anda bisa naik trem yg berhenti tidak jauh dari restoran ini yang buka dari pukul 11.30 – 21.30 setiap hari. Inilah restoran pertama Indonesia yang buka dikota Istanbul. Dan diresto ini kita bisa menemukan indomie buatan Turki lho, tentu saja rasanya sedikit beda dengan indomie buatan Indonesia. Dan ada beberapa barang impor dari Indonesia seperti tolak angin, sambal, dll.

Untuk memudahkan para pengunjung, anda bisa membuka website mereka di http://www.warungnusantaraistanbul.com

turki day 8 041 turki day 8 042 turki day 8 043 turki day 8 044 turki day 8 045 turki day 8 039 turki day 8 038 turki day 8 037 turki day 8 036

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s