Bertamu ke Rumah Bunda Maria di Selcuk, Turki

Kota Selcuk di Turki, memiliki tempat spesial. Namanya House of Virgin Mary yang diyakini sebagai rumah Bunda Maria. Bahkan, rumahnya sampai dijaga oleh tentara dari Vatikan. Mau lihat?

Memasuki kota selcuk, kami dibawa mendaki Gunung Koressos yang dapat ditempuh dengan bus. Rumah kecil tersebut ditemukan diawal abad 19 yaitu ketika biarawati Anne Catherine Emmerich dalam buku hariannya menulis sejumlah penggambaran tentang sosok Bunda Maria.

Tertulis dalam bukunya yang kemudian diterbitkan oleh Clemens Brentano setelah ia meninggal, “Bunda Maria tidak tinggal sendiri dikota Efesus, tetapi disebuah negara yang tidak jauh dari kota tersebut. Bunda Maria naik keatas bukit yang tinggi setelah pelariannya dari kota Yerusalem,ditempuh selama tiga setengah jam dari kota Efesus. Bukit tersebut agak terjal dari kota efesus, tetapi diujung bukitnya terdapat sebuah area yang bisa ditempati. Ada jalan kecil berliku yang bisa ditempuh selama 30 menit dan terdapat sebuah bangunan kecil. Disanalah Bunda Maria tinggal untuk sementara waktu”.

Emmerich juga mendesripsikan mengenai bentuk bangunan tersebut, dikatakan bentuknya bangunan batu persegi panjang, dengan jendela yang hampir sama dengan tinggi atap bangunan tersebut. Dia juga secara detail menulis tentang letak pintu rumah dan perapian. Buku tersebut diterbitkan ditahun 1852 di kota Munich, Jerman.

Pada bulan Oktober 1881, seorang pendeta Perancis menemukan sebuah rumah di atap bukit yang menjorok kelaut Aegean. Dia mempercayai bangunan batu tersebut sebagai rumah Bunda Maria seperti penampakan yang diberitakan ke Emmerich.

Kemudian ditahun 1896, rumah tersebut mendapatkan kunjungan pertama oleh Sri Paus. Dan pada tahun 1951, rumah tersebut disahkan oleh Sri Paus Pius sebagai rumah Bunda Maria dan disakralkan oleh umat Katolik. Hingga kini rumah tersebut dijaga oleh para tentara Vatikan.

Ketika saya berkunjung, sempat berbincang dengan beberapa biarawati dari Peru yang memang khusus untuk datang dan berdoa. Setiap rumah suci entah dari agama apapun, menurut saya selalu membawa ketenangan tersendiri.

Walau rumah tersebut kecil karena jutaan doa yang selalu mengiringinya membuat sekitarnya menjadi begitu hening dan terasa kesuciannya. Ketika menuruni tangga keluar kita akan menemukan sumber air yang dipercaya membawa berkah oleh para peziarah.

Terdapat tembok untuk menyisipkan sejumlah doa bagi para peziarah dari berbagai dunia. Dan saya juga menyempatkan diri menuliskan sejumlah doa disecarik kertas, kemudian kertas tersebut digulung dan digantungkan pada tembok tersebut. Ave Maria!turki day 3 057 turki day 3 061 turki day 3 073 turki day 3 078 turki day 3 082 turki day 3 089 turki day 3 094 turki day 3 097 turki day 3 100 turki day 3 107 turki day 3 108 turki day 3 118 turki day 3 119

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s