Naik Kereta Api di Bangkok sama seperti di Jakarta

Ayutthaya merupakan salah satu kota di Thailand yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kota ini bisa ditempuh dari Bangkok naik kereta. Suasana kereta di sini tak jauh beda dengan Jakarta lho.

Bingung ingin menghabiskan akhir perjalanan di Kota Bangkok yang hampir seluruhnya telah dijelajahi, akhirnya kami memutuskan ke Ayutthaya. Kami pun bergegas menuju stasiun kereta api di Kota Bangkok yang cukup mudah dicapai dengan subway atau kereta bawah tanah yang bersih, cepat dan murah.

Begitu tiba di stasiun, kami langsung menuju loket yang menjual tiket kereta jurusan Ayutthaya. Suasana stasiun mirip sekali dengan Stasiun Jakarta Kota yang begitu megah dan dihiasi dengan besi baja kokoh.

Begitu selesai membeli tiket seharga 30 Baht (Rp 11.600) ke Ayutthaya, kami mencari sarapan. Ada beberapa penjaja makanan berhijab yang menjual makanan halal seharga 50 Baht (Rp 19.300) saja.

Terdapat sebuah mushola di samping tempat makan tersebut. Di negara dengan mayoritas agama Buddha, sangat menyejukkan bisa menemukan mushola di tempat umum seperti di stasiun kereta api ini.

Ternyata di stasiun kereta Bangkok, jalur kereta mengangkut penumpang mulai dari jalur utara ke arah Chiang Mai hingga ke jalur selatan ke arah Provinsi Songkhla yang mayoritas muslim.

Selesai makan pagi, kami menuju peron yang telah ditentukan. Beberapa kereta tua yang mirip KRL di Jakarta sedang dibersihkan. Wah, suasananya bukan seperti di pinggiran Jakarta. Selang beberapa waktu, kereta tiba dan kami pun bergegas naik.

Karena tidak ada nomor, kami bebas memilih tempat duduk. Kereta di sini tidak berpendingin udara seperti KRL jabodetabek sebelum peremajaan. Kereta terlihat kusam tetapi cukup bersih. Waktu di sini sangat diperhatikan, jadwal keberangkatan sama seperti yang telah ditentukan.

Sepanjang perjalanan di Bangkok, kami bisa menyaksikan gubuk-gubuk kumuh di pinggiran rel. Sama seperti di jalur kereta Jakarta-Bekasi, Depok dan Tangerang.

Sama persis suasananya, kami hanya tersenyum melihatnya. Ah Bangkok, engkau memang bagaikan saudara kembar seperti Jakarta. Mulai dari tukang ojek hingga gubuk-gubuk di sepanjang rel kereta hingga sampah berserakan dimana-mana.

Kereta berjalan dengan kecepatan sedang dari stasiun di Bangkok hingga Bandara Don Mueang. Selepas melewati bandara baru kereta mulai memacu kecepatannya. Perjalanan Ayutthaya ditempuh selama 2 jam perjalanan yang menyenangkan.

Di dalam kereta banyak penjaja makanan dan minuman. Ah, jadi teringat masa ketika masih kuliah di Universitas Indonesia di Depok. Harus menempuh perjalanan KRL Cawang-Depok yang penuh dengan penjaja makanan, minuman dan bahkan pengemis.

Akhirnya, kami tiba di stasiun kecil di Ayutthaya. Dari sinilah kami melangkah menuju kota kerajaan lama yang dibangun pada abad ke-13 dan dibumihanguskan oleh Kerajaan Burma di abad ke-17. Pada tahun 1991, UNESCO menerapkan Ayutthaya sebagai World Heritage Site.DSCN1085

DSCN1084

DSCN1079

DSCN1078

DSCN1091

DSCN1093

DSCN1095

DSCN1094

DSCN1096

DSCN1097

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s