Jejak Kaki di Ho Chi Minh Mausoleum

Kurang afdol apabila datang ke Hanoi tidak mampir ke mausoleum Ho Chi Minh atau yang terkenal dengan nama Uncle Ho. Beliau adalah bapak bangsa Vietnam yang mempersatukan vietnam utara dan selatan. Bangunan ini didirikan untuk menyimpan jenazah Uncle Ho yang sudah diawetkan.

Image

Untuk menuju kelokasi ini hanya dibutuhkan waktu 15 menit dengan taksi senilai 75.000 Dong Vietnam atau sekitar Rp 35.000. Ada pelataran terbuka seukuran 2 x lapangan bola yang tertata dengan apik dan resik. Bangunan masif sendiri dibuat pada tahun 1973 dan diresmikan pada tahun 1975. Kini ratusan orang datang kelokasi ini untuk melihat jasah uncle Ho yang disemayamkan dengan penuh rasa hormat.

Untuk masuk kelokasi ini tidak dipungut bayaran sama sekali, tetapi pengunjung harus rela antri panjang dan berbaris dengan rapi serta dengan catatan harus berpakaian rapi, tidak boleh memakai celana pendek serta sendal jepit. Apabila melanggar, sudah pasti dilarang masuk oleh petugas militer yang berjaga.

Mausoleum ini buka dari pukul 09.00 – 12.00 waktu Hanoi dan pengunjung dilarang untuk memotret atau mengabadikan dalamnya melalui kamera video dengan segala bentuk alat perekam. Petugas akan memaksa membuka tas pengunjung dan digeledah dengan cermat. Kamera akan ditinggal dan dititipkan dipetugas serta bisa diambil kembali.

Image

Setiap pengunjung hanya boleh berada sekitar 5 menit didalam ruangan mausoleum yang dingin dan penerangan yang adak redup. Jasad uncle Ho yang terbujur kaku diletakkan didalam lemari kaca dan diberi ruang batas bagi pengujung. Setiap 2 – 3 tahun sekali, jasadnya dikirim kerusia untuk dibalsem kembali.

Selepas memasuki ruangan, kita bisa berfoto ria dilapangan luas seperti dilapangan Tianamen, Beijing. Tidak jauh dari mausoleum, tepatnya dibelakang bangunan masif tersebut terdapat sebuah kuil one pillar pagoda yang disucikan oleh masyarakat Vietnam.

Untuk masuk kekuil ini tidak dipungut bayaran sama sekali. Kuil one pillar pagoda ini dibangun pada abad 10 dan direnovasi pada tahun 1950an. Kuil ini merepresentasikan bunga lotus yang dianggap suci oleh masyarakat Tao. Konon sang raja sempat tidak punya anak, dan suatu saat bermimpi bertemu dengan sang Budha dan membawa seorang anak laki-laki diatas sebuah bunga lotus. Sang Budha memberikan anak laki-laki itu kepada sang raja, tidak lama kemudian sang raja menikahi seorang gadis cantik dan memberinya seorang anak laki-laki yang tampan dan kelak sebagai penerus kerajaannya.

Image

Untuk menghormati dan sebagai rasa terimakasih sang raja ke Budha Gautama, maka ia membangun one pillar pagoda yang disakralkan hingga kini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s