The Green Canyon, Pangandaran

Akhirnya terkabul juga niatan untuk mengunjungi keindahan alam pantai Pangandaran di sebelah selatan pantai Jawa Barat. Perjalanan yang cukup melelehkan sekitar 4 – 5 jam dengan kendaraan pribadi dari kota Bandung sementara dari Jakarta – Pangandaran total keseluruhan waktu tempuhnya selama 8 jam.

Pada saat menuju ke pangandaran, kami memilih waktu malam hari agar bisa menikmati sunrise dipantainya, sepanjang perjalanan sangat sulit untuk menemukan petunjuk arah ke pangandaran. Beberapa kali, kami harus bertanya kepada penduduk lokal setempat untuk menanyakan arah kota Pangandaran. Petunjuk jalan yang jelas kami baru dapatkan setelah melewati kota Banjar…..jalanan sendiri cukup mulus cum jalannya berkelok-kelok dan naik turun. Dibutuhkan stamina yang kuat serta driving skill yang cukup baik untuk melewati jalan ini. Sementara bus-bus besar sepertinya sudah sangat hapal akan kontur jalan ke kota Pangandaran.

Kami sempat beberapa kali beristirahat di pom bensin, saya sendiri sempat terlelap selama 1 jam di dalam mobil pada pukul 04.00 – 05.00 pagi….lumayan untuk mencharge tenaga tambahan. Pukul 06.30 kami tiba di pantai pangandaran….semilir angin pantai segera merebak…bunyi debur ombak terdengar sangat dekat. Sebelum masuk ke kawasan wisata, kami ditarik retribusi tiket sebesar Rp 20,000 untuk pengunjung sebanyak 4 orang + 1 mobil.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari penginapan…..ternyata menakjubkan pangandaran yang setahun lalu sempat dilanda tsunami sehingga mengakibatkan banyak kerusakan harta benda dan kehilangan nyawa, kini sudah berbenah…..mereka sudah siap menarik kembali para wisatawan untuk datang berkunjung. Banyak hotel yang sudah berdiri kembali dan bahkan dengan gedung bangunan yang baru…..

Hotel yang kami tempati hanya berharga Rp 150,000/malam dan setelah diberi diskon 40% oleh petugas receptionistnya hanya seharga Rp 85,000/malam. Then kami mencoba untuk melihat kamarnya sebelum melakukan transaksi pembayaran. Kamar yang diperlihatkan oleh petugasnya cukup besar terdiri dari 2 bed besar dan 1 bed kecil yang layak untuk ditiduri, cukup bersih….walau hanya memakai fan….tapi ruangan yang cukup sejuk mungkin karena berada di lantai dua. Akhirnya kami memilih kamar tersebut….kamar mandi berada di belakang kamar dengan konsep semi terbuka, sehingga pada saat mandi kami bisa melihat pemandangan pantai. Oh iya….kamar tersebut juga dilengkapi sebuah balkon yang langsung menatap ke bibir pantai…..sangat indah sekali pagi itu…..nyiur kelapa yang melambai-lambai menyambut kami dari sisi balkon.

Setelah membayar seharga Rp 85,000 saja, kami langsung merebahkan diri dan terlelap ke dalam mimpi masing-masing. Pukul 09.00 kami terbangun dan mandi satu persatu….huh air dari kran kamar mandi kecil sekali…..terpaksa saya harus turun minta kepada petugas hotelnya untuk diperbesar. Alhasil…debit air bertambah…..seharusnya air yang keluar sedikit payau dan biasanya agak keset dibadan apabila kita mau berbilas setelah menggunakan sabun mandi…tapi kali ini….tidak keset dan airnya tidak terasa asin…..mungkin karena kawasan pangandaran masih banyak terdapat hutan alami yang dapat menyimpan air tanah.

Arghh….perut kami sudah keroncongan…..beberapa teman saya sudah ngedumel lapar….setelah selesai mandi kami bergegas turun dan mencari makanan yang banyak dijual di pinggir pantai. Pilihan kami jatuh ke masakan lontong sayur……rasanya B aja kali yakh…..dan lucunya lontong sayur ini rasanya mirip ketoprak karena menggunakan kuah kacang bukan seperti kuah sayur yang biasa kita makan di Jakarta …..berempat kami hanya cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp 20,000 saja. Tapi tetap saja ada salahsatu teman kami yang menggerutu karena dianggap mahal……………..hahahahhahaa…..

Akhirnya saya mewanti-wanti agar setiap mau beli makanan harus ditanya dulu harganya agar tidak diketok terlalu tinggi oleh si penjual makanan/minuman. Perjalanan kami berlanjut ke arah Green Canyon – the top destination of us……green canyon terletak di Cijulang yang berjarak sekitar 20 km dari arah barat pantai pangandaran.

Beruntung kami membawa mobil pribadi sehingga tidak harus naik angkot yang ternyata cukup sulit untuk ditemukan….nah bagi teman-teman yang ingin berkunjung kesana cukup bawa mobil pribadi aja …sebenarnay sikh bisa aja naik bus cuma dibutuhkan pengeluaran extra untuk menuju ke area wisata yang lain.

We need a coffee….arghh ternyata kami cukup coffee freak juga….terpaksa kami menuju kesebuah warung kopi dipinggir jalan yang sangat sederhana. Empat cangkir kopi sudah siap untuk merecharge tenaga kami pagi itu.

Perjalanan kami lanjutkan lagi ke arah Cijulang dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, tepat disisi jalan kami melewati tepian sungai yang sangat indah…..berwarna hijau dengan pohon2 sejenis bakau dan tanaman khas sungai yang tumbuh alami. Sampailah kami di pintu masuk Green Canyon, Cijulang…..Tiket masuk sudah berikut dengan sewa perahu untuk max 5 orang seharga Rp 70,000 saja…..sangat murah sekali….

Beberapa wisatawan asing tampak berkumpul didepan pintu masuk dermaga sungai. Sebelum naik ke perahu wisata yang telah disiapkan kami berfoto-foto dulu ditepian dermaga. Sungainya cukup lebar dan airnya sangat jernih sekali……kita bisa menyaksikan ikan-ikan sungai berenang dengan bebasnya. Kami mendapatkan perahu wisata yang berbentuk perahu cadik….bisa dimuati oleh 7 orang, 5 penumpang wisata dan 2 orang pemandu.

Saya duduk dibagian belakang dan harus hati-hati karena perahu cukup sempit. Di bagian belakang saya bisa menyaksikan pemandangan alam yang menakjubkan. Hutan sekunder berada di sisi kanan dan kiri sungai. Saya sempat bertanya kepada pemandu wisata apakah ada buaya di sungai tersebut, karena menurut saya buaya juga terpata di muara sungai biasanya. Tapi menurut penuturannya, tidak terdapat buaya…yang banyak adalah biawak dan ular yang biasanya bergelantungan di pohon-pohon sepanjang sungai. Dan memang benar…..kami menemukan seekor biawak yang cukup besar sedang berjemur di pinggir sungai.

Ngarai sungai yang elok dan tetes air yang jatuh dari atas ngarai membuat pemandangan yang sangat memikat. Semasa tsunami kemarin, air sungai hanya naik saja tapi tidak ada korban jiwa di sungai tersebut. Perahu dijalankan dengan tenaga mesin yang diisi bensin sebanyak 3 liter cukup untuk pulang pergi ke area tersebut. Pemandangan alamnya tidak bisa saya gambarkan disini……yang pasti sangat indah sekali……kalian pasti berdecak kagum.

Pelan-pelan kami menyisiri ngarai yang beberapa diantaranya mirip mulut goa…..dan perahu kami melewati bawah mulut goa tersebut. Tetesan air segera membasahi tubuh kami….oh iya kalau mau kesana jangan lupa membawa kantong plastik untuk melindungi kamera n HP dari tetesan air.

Tibalah kami di ujung sungai yang cukup sempit sementara ngarai yang terbentuk semakin tinggi dengan juntaian stalakmit dan stalaktit yang menakjubkan. Perahu ditambatkan dan kami dipersilahkan turun ….bahkan diperkenankan untuk berenang. Saya yang sudah siap dengan celana renang segera melepaskan baju dan celana…..beberapa teman saya pun melakukan hal yang sama. Pihak pengelola wisata sudah menyiapkan baju pelampung bagi mereka yang tidak bisa berenang. Salahsatu pemandu kami sudah siap membantu untuk menjaga benda-benda yang kami titipkan di perahu dan satu orang lagi memandu kami berenang ke ujung sungai.

Saya sudah tidak tahan untuk berenang…..menceburkan diri ke air sungai yang jernih dan dingin. Hmmmm…..nikmatnya berenang di sungai ini…..pertama-tama kami harus melawan arus untuk mencapai sisi sungai yang lain. Sambil berenang saya memandangi atas ngarai yang sangat indah……perjalanan selama 8 jam terpenuhi sudah. It’s so great to be there……menikmati ciptaan Tuhan YME yang sangat indah sekali…..

Sementara dua turis asing juga sedang asyik berenang dan satunya lagi sedang memanjat dinding ngarai agar ia bisa mencapai salahsatu tebing ngarai yang tinggi dan meloncat dari ketinggian 4 – 5m dari atas sungai. Ia berhasil melompat …..dan ternyata memang aman karena kedalaman sungai sekitar 3 – 4m.

Saya pun mencobanya kali ini…..walau hampir tergelincir kerana tebing ngarai yang licin….saya bisa memanjat dinding ngarai tersebut……dan sudah berada di ketinggian 4 – 5 m  dari atas sungai. Pemandu saya sudah meloncat terlebih dahulu….sementara saya masih deg-degan….damned….I was shaking. Saya pun melompat juga akhirnya……………….byurrrrr………

Huh……moment tadi tidak diabadikan dengan kamera digital saya…..hahahhaa….sungguh pengalaman yang amat mendebarkan…..terjun dari atas ngarai yang licin….but it’s unforgetable…..coz it’s too risky…

Sudah hampr satu jam kami berada di Green canyon….kami kembali ke perahu cadik …..pelan-pelan perahu berbalik arah dan pengunjung semakin ramai….baik wisatawan asing maupun lokal berebut untuk berenang. Beruntung tadi kami sampai lebih awal sehingga bisa bebas berenang.

Perjalanan balik juga sangat indah……seperti menyusuri tepian sungai di Kalimantan yang masih alami. Kami sempat berfoto-foto di perahu cadik……setibanya di dermaga cijulang…kami memberikan tips sebesar Rp 50,000 untuk dua orang pemandu kami……

Setelah berganti pakaian, kami melanjutkan perjalanan ke arah Karang Hiu yang berjarak 10 km dari tempat wisata green canyon. Retribusi tiket seharga Rp 18,000 untuk kami berempat ……dan jalan bayangkan anda masuk ke tempat wisata yang besar…..jalan masuknya sempit dan seperti jalan kampung.

Lokasi Karang hiu terletak di bibir pantai…berbentuk seperti tanah lot di Bali…..cuma yang unik disini ada salahsatu karang yang menyerupai ujung ikan hiu…..Semilir angin pantai membuat kami terasa ngantuk…..apalagi ada taman yang cukup bersih dan rindang karena ada vegetasi pohon pandan laut yang sangat tinggi dan berakar besar……sangat teduh sekali. Beberapa pasangan sedang asyik memadu kaish di bawah pohon sementara kami sedang sibuk membuat foto-foto narsis…..hahahhaaa…..

Setelah puas…kami harus makan siang…..udah lapar berat neh….Kami kembali ke base camp dan next trip adalah  cagar alam  pangandaran yang konon banyak dihuni oleh rusa dan kera liar serta pasir putihnya.

Di pantai pangandaran kami segera ditawari naik perahu untuk menikmati wisata bawah air dan menuju ke cagar alam tersebut. Ada kode etiknya disini…..harus berani menawar ….hehehee…..dan akhirnya kami mendapatkan harga sewa perahu Rp 40,000 saja untuk rute pp.

Wah kali ini perahunya besar…bisa muat 10 orang….dan ternyata perahunya harus digotong dulu oleh 4 orang agar bisa ke bibir pantai…..kasihan juga kami melihatnya dengan harga yang murah…..setelah di berada di perairan, kami segera naik perahu dan perlahan-lahan perahu berangkat.

Nelayan tersebut segera menawarkan paket mengililingi cagar alam tapi kami tolak mengingat waktunya yang sempit. Senang juga sikh bisa naik perahu dan melihat pemandangan taman lautnya. Setelah 15 menit perjalanan, sampailah kami di bibir pantai yang berpasir putih…..beberapa orang sedang asyik mencari kerang untuk dibawa pulang.

Keindahan sunset dari pinggir cagar alam ini cukup indah….hmmmm saya jadi ingat pantai kuta di Bali….I miss it.

Beberapa rusa tampak asyik memakan rumput yang sudah disiapkan……hmmm….ternyata cagar alam ini tidak habis kerana tsunami……cuma sayang obyek wisata ini tidak dikelola secara profesional.

Pasar wisata yang ada hanya menjual kaos dan celana pantai serta baju-baju yang standar seperti di Bali…..memang banyak yang menjual cinderamata dari kerang…tapi tetap tidak ada sesuatu yang unik.

Kami kembali sekitar pukul 17.45 dan matahari hampir terbenam…..setibanya di pantai pangandaran kami memberikan uang pecahan 50rb …seharusnya kembali 10rb tapi kami tidak tega menerimanya….kami berikan kepada nelayan tersebut sebagai tips…

Dan perut kami juga sudah keroncongan….selesai mandi di hotel kami segera mencari restoran seafood….dan akhirnya kami mendapatkan area makan yang cukup menarik – the tips : cari tempat makan yang ramai dikunjungi apabila anda belum mengenal area tersebut.

Di resto seafood tersebut kami memesan 1 kg udang segar, 1 kg cumi segar, 1 ikan bawal dan 1 kepiting besar dan bisa dimasak sesuai selera kami. Setelah menunggu 15 menit…hidangan yang pesan telah siap disantap……tadinya kami berempat yang ribut, kini tak bersuara…..masing-masing sedang menikmati makanan seafood.

Setelah kenyang…..tagihan yang keluar dengan jumlah Rp 128,000 untuk seluruh menu yang kami pesan………..it’s so cheappppppppp……

Akhirnya kami rehat sejenak di hotel untuk melanjutkan perjalanan balik ke Jakarta……total pengeluaran perorang ke Pangandaran sejumlah Rp 400,000/orang apabila menggunakan kendaraan pribadi sudah termasuk bensin + hotel + makan + tiket obyek wisata….sangat murah bukan.

Indonesia memang indah…..jadi tidak ada salahnya kalian berkunjung ke obyek wisata negri sendiri seperti di pangandaran ini…..tidak usah jauh-jauh jalan ke Ha long bay di vietnam atau ke Phi Phi / Krabi island…..cukup di Indonesia saja…..dijamin murah dan puas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s